KABARKAN.ID I Gresik – Setelah bertahun-tahun hidup di luar negeri, tiga anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Gresik akhirnya kembali ke Indonesia. Kepulangan mereka, Senin (09/02), berlangsung penuh haru dan mendapat pendampingan langsung dari Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, sebagai wujud kehadiran negara bagi anak-anak pekerja migran.
Tangis dan pelukan keluarga pecah saat ketiganya tiba di tanah kelahiran orang tua mereka. Bagi anak-anak tersebut, momen ini menjadi pengalaman pertama menginjakkan kaki di kampung halaman yang selama ini hanya mereka kenal lewat cerita.
Pemerintah Kabupaten Gresik memfasilitasi seluruh proses kepulangan sejak dari negara asal hingga tiba dengan aman di tanah air. Pendampingan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam melindungi anak-anak PMI agar tidak menjadi korban dari proses migrasi orang tua mereka.
Kabupaten Gresik sendiri memiliki sekitar 5.700 PMI yang tersebar di berbagai kecamatan. Bupati Yani menegaskan bahwa perlindungan tidak hanya diberikan kepada pekerja migran, tetapi juga kepada keluarga, khususnya anak-anak.
“Anak-anak PMI harus mendapat perlindungan penuh. Mereka berhak pulang dengan aman dan memiliki masa depan yang jelas,” tegasnya.
Setibanya di Gresik, penjemputan dilakukan oleh Dinas KBPPPA bersama OPD terkait, camat, dan perangkat desa. Pemerintah daerah menyiapkan pendampingan psikososial dan konseling guna membantu proses adaptasi anak-anak yang lahir dan besar di luar negeri. Rumah singgah juga disiapkan apabila dibutuhkan.
Selain itu, Pemkab Gresik akan memproses dokumen kependudukan agar anak-anak PMI dapat mengakses pendidikan formal dan layanan kesehatan secara optimal.
Tiga anak PMI yang dipulangkan yakni MI (12) dan SY (8), warga Desa Golokan, Kecamatan Sidayu, serta HA (11), warga Desa Siwalan, Kecamatan Panceng. Ketiganya telah diserahkan kepada keluarga masing-masing dengan pendampingan pemerintah daerah.
Rasa syukur disampaikan Siti Khotimah (50), orang tua HA, yang tak menyangka kepulangan anaknya didampingi langsung oleh Bupati Gresik.
“Alhamdulillah akhirnya anak saya bisa pulang. Saya tidak menyangka didampingi langsung oleh Pak Bupati,” ujarnya.
Bupati Yani menjelaskan bahwa kepulangan ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Gresik dan KBRI di Kuala Lumpur. Gresik memiliki tujuh wilayah kantong PMI, yakni Panceng, Ujungpangkah, Sidayu, Dukun, Pulau Bawean (Sangkapura dan Tambak), serta Manyar.
Upaya ini merupakan bagian dari Program Prioritas Nawakarsa melalui skema BUMI Gresik (Peduli Buruh Migran Gresik) yang mengintegrasikan perlindungan PMI lintas sektor.
“Masih banyak anak PMI lain yang menunggu kepulangan. Pemerintah daerah akan terus hadir dan memastikan hak-hak mereka terpenuhi,” jelas Bupati Yani.*(Kum)













