KABARKAN.ID I Gresik – Langit sore di Bukit Condrodipo, Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Selasa 17 Januari 2026, perlahan berubah jingga. Sejumlah teleskop telah diarahkan ke ufuk barat. Harapan masyarakat Gresik tertuju pada satu titik tipis di cakrawala, hilal penanda awal Ramadan 1447 Hijriah.
Namun hingga matahari benar-benar tenggelam pukul 17.54.23 WIB, hilal belum menampakkan diri.
Tim Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) Gresik yang melakukan rukyatul hilal bersama Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, memastikan bahwa secara astronomis posisi bulan sabit muda memang belum memungkinkan untuk terlihat.
“Sejak awal kami sudah melakukan hisab. Sore ini kami konfirmasi dengan rukyat, dan hasilnya hilal tidak terlihat karena posisinya masih minus,” ujar Ketua LFNU Gresik, Muchyiddin Hasan.
Berdasarkan perhitungan hisab kontemporer metode Al-Durru Al-Anieq, ketinggian hilal (irtifak mar’i) berada di angka minus 2 derajat 8 menit 8 detik, dengan elongasi 1 derajat 12 menit 38 detik. Artinya, secara posisi, bulan masih berada di bawah ufuk saat matahari terbenam.
Dalam kriteria Imkanur Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU), hilal baru dinyatakan memenuhi syarat jika tingginya minimal 3 derajat dan sudut elongasi mencapai 6,4 derajat. Sementara itu, umur hilal di Gresik tercatat minus 1 jam 7 menit 39 detik—sebuah kondisi yang membuat kemunculannya mustahil teramati.
Meski demikian, proses rukyat tetap menjadi momen penting. Selain sebagai ikhtiar ilmiah, kegiatan ini juga menjadi simbol kehati-hatian dalam menentukan awal ibadah umat Islam.
Laporan hasil pemantauan dari Bukit Condrodipo akan diteruskan ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, sebagai bahan pertimbangan dalam Sidang Isbat yang digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
“Kami hanya melaksanakan pemantauan dan melaporkan hasilnya secara saintifik. Untuk keputusan akhir, kami menunggu ikhbar dari PBNU dan pengumuman Menteri Agama,” tambah Muchyiddin.
Rukyatul hilal sore itu juga dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat daerah, termasuk perwakilan PCNU Gresik, Plt Kepala Kemenag Gresik, Pengadilan Agama Gresik, serta unsur Forkopimcam Kebomas.
Di bawah langit senja Gresik yang perlahan menggelap, masyarakat kini tinggal menunggu keputusan resmi. Ramadan mungkin belum dimulai hari ini, tetapi suasana menyambutnya sudah terasa semakin dekat.*(Kum)













