KABARKAN.ID I Gresik – Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) terus memperkuat peran strategisnya dalam membangun kolaborasi lintas sektor melalui penyelenggaraan forum bisnis di Hall Sang Pencerah, Rabu (14/1/2025).
Forum yang bertajuk UMG Nexus: The Gateway to 2026, Integrating Academic Excellence with Industrial Power ini digagas oleh Direktorat Sertifikasi Profesi, Pengembangan Bahasa, dan Usaha (DSP2BU) UMG. Kegiatan tersebut mempertemukan kalangan akademisi, pelaku industri, serta pemangku kebijakan daerah.
Rektor UMG Prof Khoirul Anwar menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya forum yang melibatkan berbagai pihak strategis. Ia menilai kegiatan ini menjadi wadah penting untuk pertukaran gagasan dan penguatan sinergi antarsektor.
“Terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya mitra industri yang telah berpartisipasi. Forum ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata dan mendorong kolaborasi yang berdampak bagi Kabupaten Gresik,” ujarnya.
Prof. Khoirul Anwar menambahkan, forum bisnis tersebut sejalan dengan visi UMG untuk terus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia usaha. Menurutnya, kampus tidak hanya berperan sebagai pusat akademik, tetapi juga agen perubahan sosial dan ekonomi.
“Kegiatan ini sejalan dengan visi untuk terus memberi dampak nyata ke masyarakat dan dunia usaha. Kampus tidak hanya berperan sebagai pusat akademik, tetapi juga agen perubahan sosial dan ekonomi,” terangnya.
Sementara Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif turut mengapresiasi inisiatif UMG yang dinilainya konsisten bertransformasi dan memberikan kontribusi bagi pengembangan daerah. Ia menyebut Gresik memiliki potensi industri yang besar dengan keberadaan Maspion Industrial Estate, Kawasan Industri Gresik (KIG), serta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik.
“KEK Gresik mendapat perhatian internasional, termasuk adanya smelter single line terbesar di dunia dan pengembangan industri turunannya,” jelasnya.
Menurut Alif, Pemerintah Kabupaten Gresik terbuka terhadap kolaborasi yang mendorong kemajuan daerah. Ia menilai forum bisnis tersebut menjadi titik temu strategis antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah.
“Forum ini bukan sekadar pertemuan biasa, tetapi ruang diskusi strategis yang dapat ditindaklanjuti. Kami mengapresiasi UMG yang mampu menyatukan berbagai elemen,” tegas Wabup yang juga alumnus UMG ini.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Gresik juga menekankan pentingnya perhatian terhadap pengembangan UMKM. Ia berharap UMG dapat berperan aktif melalui keterlibatan mahasiswa serta pemanfaatan jejaring nasional dan internasional yang dimiliki kampus.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, UMG menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan empat perusahaan, yakni PT Siam Maspion Terminal, KAP Kuncara Budi Santosa dan Rekan, PT Greentech Solusi Utama, serta PT Adhimix PCI Indonesia. Sejumlah perusahaan berskala nasional juga turut ambil bagian dalam forum tersebut.* (Kum)

