KABARKAN.ID I Surabaya – Saat Persebaya tertinggal 1-2 dan harus kehilangan Sadida karena cedera pada menit ke-54, Toni Firmansyah masuk menggantikan posisi gelandangnya—namun kali ini diplot sebagai winger kanan.
Masuk di babak kedua, Toni langsung memberi warna baru di sisi kanan. Agresivitas, kecepatan, dan keberaniannya dalam duel satu lawan satu membuat pertahanan lawan lebih waspada.
Kepercayaan di saat tekanan tinggi bisa melahirkan momen heroik. Keputusan itu ternyata manis berbuah hasil. Lima menit jelang bubaran, umpan silangnya disambar Francisco Rivera menjadi gol penyeimbang, mengubah skor menjadi 2-2.
Bagi Toni, pindah ke posisi sayap bukan masalah karena pelatih menginstruksikan seperti itu. Ia menegaskan siap bermain di mana pun tim membutuhkannya.
“Tentu saja, saya selalu siap ditempatkan di posisi mana pun, baik di tengah lapangan maupun di sayap. Tapi aslinya, saya gelandang,” katanya, Kamis (5/3/2026).
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengungkapkan strategi itu sudah dipikirkan sejak sesi latihan resmi. “Kami menempatkan Toni sebagai sayap kanan karena agresifitas, kecepatan, dan tekniknya bagus. Hasilnya? Satu assist berhasil tercipta,” ujar Tavares.
Menurutnya, kesuksesan momen ini bukan hanya soal individu, tetapi dinamika kolektif tim. “Fokus, intensitas, dan sikap kolektif terkadang membuat perbedaan dalam pertandingan. Hari ini kami menunjukkan itu,” tandasnya.
Dengan momen ini, Toni bukan hanya membuktikan fleksibilitasnya, tapi juga menjadi simbol semangat juang Persebaya saat menghadapi tekanan.*(Dan)













