KABARKAN.ID I Gresik – Arus mudik Lebaran 1447 Hijriah tak hanya soal perjalanan pulang kampung, tetapi juga tentang menjaga kualitas kesehatan dan keharmonisan keluarga.
Menjawab kebutuhan itu, BKKBN Provinsi Jawa Timur (Kemendukbangga) meluncurkan program “SAPA PEMUDIK” yang menyasar para pelintas di titik-titik strategis jalur mudik.
Program ini digelar di berbagai lokasi vital, mulai dari terminal hingga rest area jalan tol, sebagai upaya memastikan pemudik tetap mendapatkan akses layanan kesehatan sekaligus edukasi keluarga selama perjalanan.
Pelaksana Harian Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Sukamto, menegaskan bahwa kehadiran program ini merupakan langkah proaktif pemerintah dalam menjaga kualitas mudik masyarakat.
“Kami hadir di titik-titik lelah pemudik untuk memastikan akses informasi penguatan keluarga tidak terputus. Mudik adalah momentum krusial untuk mempererat fungsi keluarga,” ujarnya, Selasa, 17 Maret 2026.
Tak sekadar memberikan edukasi, BKKBN Jatim juga menghadirkan layanan kesehatan langsung di lapangan. Bersinergi dengan Dinas KBPPPA Gresik, Polres Gresik, Dinas Kesehatan, dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI).
Posko kesehatan tersebut didirikan di Rest Area 725A dan 726 Tol Transjawa pada 17–18 Maret serta 25–26 Maret 2026.
Di lokasi tersebut, para pemudik dapat memanfaatkan berbagai layanan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, layanan keluarga berencana (KB) gratis, hingga edukasi kesehatan reproduksi.
Sukamto menambahkan, perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan seperti ibu hamil dan balita yang ikut dalam perjalanan mudik.
“Kami ingin memastikan ibu hamil dan balita tetap dalam kondisi terpantau dengan baik, sehingga mereka dapat tiba di kampung halaman dengan sehat dan bahagia,” katanya.
Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Jawa Timur diharapkan mampu menjadi pelopor gerakan “Mudik Sehat dan Bahagia”, dengan menempatkan pembangunan keluarga sebagai fondasi utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.*(Kum)













