KABARKAN.ID I Gresik – Perjalanan karier Wahyu Agong memasuki babak baru. Top skor Gresik United itu resmi menyeberang ke Semen Padang dan berpeluang mencatatkan debut di kasta tertinggi sepak bola nasional Super League musim ini.
Belum genap sepekan diumumkan sebagai bagian dari Kabau Sirah julukan Semen Padang, penyerang 21 tahun itu langsung dibawa dalam lawatan tandang menghadapi Arema FC di Malang. Sinyalnya jelas: Wahyu tak sekadar rekrutan pelapis.
Dua musim berseragam Gresik United menjadi fondasi penting bagi pemain asal Mojokerto tersebut. Musim terakhir, ia mencatatkan 1.268 menit bermain—tertinggi di skuad—membuktikan konsistensi sekaligus kepercayaan penuh dari tim pelatih.
Produktivitasnya pun berbicara. Empat gol dan tiga assist ia bukukan, menjadikannya top skor klub. Catatan assist itu bahkan sejajar dengan milik Sayfullah Kader yang kini memperkuat Sriwijaya FC.
Kontrak yang telah berakhir membuat langkahnya menuju Semen Padang berlangsung mulus tanpa drama transfer.
“Rezeki bisa bergabung dengan Semen Padang, komunikasi setelah Liga 3 berakhir,” ujar Wahyu, Selasa (17/2/2026).
Super League sejatinya bukan panggung yang benar-benar asing bagi Wahyu. Ia sempat dipromosikan dari EPA ke tim senior Persis Solo, namun belum sempat menjalani debut resmi.
Kini, peluang itu datang lagi—bahkan dalam situasi yang lebih matang. Semen Padang ditangani Dejan Antonic, pelatih berpengalaman yang dikenal berani memberi ruang bagi pemain muda.
“Target saya bisa dapat pengalaman di Liga 1 (Super League), bisa debut dan membantu performa tim lebih baik,” katanya.
Kehadiran Wahyu menambah warna di lini depan Semen Padang yang tengah berbenah untuk bersaing di papan klasemen. Kecepatan, mobilitas, serta kemampuannya membuka ruang menjadi nilai tambah yang bisa memberi variasi serangan.
Meski belum tentu langsung tampil sebagai starter, masuknya ia dalam skuad tandang menjadi indikasi kuat bahwa namanya sudah masuk dalam skema pelatih.
Di sisi lain, Gresik United kehilangan sosok sentral. Tak hanya top skor, Wahyu adalah pemain dengan jam terbang tertinggi musim lalu—figur yang kerap menjadi pembeda di lini serang.
Sebelum benar-benar menatap tantangan baru, Wahyu menyempatkan diri berpamitan.
“Terima kasih untuk manajemen dan Ultras Gresik atas dua musim ini. Semoga musim depan Gresik United bisa naik kasta ke Liga 2 (Liga Championship),” tutupnya.
Dari Kota Pudak ke Ranah Minang, Wahyu Agong kini menunggu momen yang bisa mengubah kariernya: satu laga, satu kesempatan, satu debut di Super League.*(Kum)













