Close Menu
Kabarkan.idKabarkan.id
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kabarkan.idKabarkan.id
    Facebook X (Twitter) Instagram
    11 Juni 2026 22:31
    • Kabar Jatim
    • Hukum & Peristiwa
    • Ekonomi & Kesehatan
    • Politik & Nasional
    • Olahraga
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    Kabarkan.idKabarkan.id

    Stabilkan Produksi Padi, Jatim Percepat Penyaluran Pupuk Subsidi ke Petani

    RedaksiRedaksi09/06/2026 Kabar Jatim
    Facebook Twitter WhatsApp
    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat panen raya. (Ist)
    Share
    Facebook Twitter WhatsApp

    KABARKAN.ID I Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terus mempercepat penyerapan pupuk subsidi sebagai langkah strategis untuk menjaga sekaligus meningkatkan produksi padi di tengah potensi cuaca ekstrem yang masih mengancam sektor pertanian pada 2026.

    Upaya percepatan distribusi pupuk ini menjadi fokus utama karena pupuk dinilai sebagai salah satu faktor kunci dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen, khususnya di wilayah Jawa Timur yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

    Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Heru Suseno, menyampaikan bahwa total alokasi pupuk subsidi untuk Jatim pada 2026 mencapai 1.971.817 ton.

    Rinciannya meliputi Urea sebanyak 964.037 ton, NPK 885.868 ton, NPK formula khusus 255 ton untuk perkebunan, pupuk organik 11.670 ton, serta ZA sebanyak 10.987 ton.

    Hingga saat ini, penyaluran pupuk subsidi tersebut telah berjalan dan mencatat tingkat serapan sekitar 42,5 persen.

    “Distribusi terakhir untuk pupuk subsidi sudah 42,5 persen. Pupuk disalurkan ke titik serah untuk kebutuhan per tiga bulan,” ujar Heru, Selasa (9/6/2026).

    Baca Juga:  Momentum Idul Adha 1447 H, Gressmall dan ASTON Gresik Perkuat Kepedulian Sosial

    Penyaluran pupuk subsidi di Jawa Timur dilakukan melalui titik serah resmi, seperti kelompok tani, koperasi, hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang telah memenuhi syarat sebagai penyalur.

    Heru menambahkan, sejumlah daerah bahkan mulai mengajukan tambahan alokasi pupuk seiring meningkatnya kebutuhan akibat percepatan musim tanam.

    Beberapa wilayah yang mengajukan tambahan tersebut antara lain Kabupaten Madiun, Nganjuk, dan Banyuwangi.

    Namun, Pemprov Jatim akan melakukan penyesuaian distribusi dengan skema pergeseran kuota dari daerah yang tingkat penyerapannya masih rendah.

    “Kalau ada kabupaten yang minta tambahan maka kita akan lihat daerah yang serapannya belum baik, nanti kita geser. Salah satunya Kabupaten Madiun,” jelasnya.

    Selain mempercepat penyaluran pupuk subsidi, Pemprov Jatim juga menjalankan berbagai strategi pendukung untuk meningkatkan produksi padi, terutama menghadapi dinamika perubahan cuaca.

    Langkah tersebut mencakup optimalisasi fungsi saluran irigasi, pemanfaatan irigasi perpompaan, hingga percepatan musim tanam melalui bantuan benih kepada petani.

    Bantuan benih tersebut disalurkan secara bertahap, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi, ke sejumlah daerah seperti Lamongan, Blitar, Banyuwangi, dan Nganjuk.

    Baca Juga:  Harga Telur Anjlok, Pemprov Jatim dan BGN Sepakati 3 Strategi Stabilkan Pasar

    “Bantuan terus diberikan baik dari pusat maupun provinsi supaya petani lebih semangat lagi menanam,” kata Heru.

    Menurutnya, percepatan tanam mulai menunjukkan hasil positif. Di sejumlah sentra produksi padi seperti Madiun, Nganjuk, dan Ngawi, petani bahkan mampu melakukan tanam hingga tiga kali dalam setahun, bahkan ada yang mencapai 3,5 kali tanam.

    Meski demikian, tantangan di sektor pertanian masih ada, terutama serangan hama di beberapa wilayah. Namun, Heru memastikan kondisi tersebut masih terkendali dan belum berdampak signifikan terhadap produksi padi di Jawa Timur.

    “Hama memang ada, tetapi tidak ada yang ekstrem. Prediksi kami belum akan berpengaruh terhadap produksi,” tegasnya.

    Pemprov Jatim juga mewaspadai potensi perubahan cuaca pada Agustus mendatang yang diperkirakan memasuki musim kemarau. Oleh karena itu, percepatan tanam, optimalisasi irigasi, dan percepatan serapan pupuk subsidi terus dioptimalkan agar produksi padi tetap stabil sepanjang tahun.

    Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan distribusi pupuk Heru Suseno Pemprov Jatim penyerapan pupuk subsidi
    Share. Facebook Twitter WhatsApp

    Berita Terkait

    Waduh! Muncul Grup Gay Gresik di Facebook, Anggota Tembus Ribuan

    10/06/2026

    Usai Harga Pertamax Naik, Pertalite Diserbu Pengendara di Gresik

    10/06/2026

    BPK RI Beberkan 3 Temuan di LKPD Jatim 2025 Meski Kembali Raih Opini WTP

    10/06/2026
    KABAR TERKINI
    • Abdul Ghofur Kembali Pimpin PKB Lamongan, Siap Konsolidasikan Kekuatan Partai
    • Ketua PKB Gresik 2026-2031, Syahrul Munir Optimistis Raih Kepercayaan Masyarakat
    • Tak Sekadar Galeri, Rumah Kreasi Damar Kurung Jadi Motor Ekonomi Kreatif Gresik
    • CIMB Niaga Perkuat Pembiayaan Hijau Lewat SLL US$750 Juta untuk Vale Indonesia
    • Sinergi TNI-Polri di Gresik, Donor Darah HUT Bhayangkara ke-80 Terkumpul 73 Kantong Darah
    TERPOPULER
    1
    Menghadap BK DPRD Gresik, Syahrul Munir Jelaskan Kronologi Lengkap Kasus Pedagang Semambung
    2
    Strategi Baru Pemkab Gresik, Bunda Puspa Diperluas demi Percepat Penurunan Kemiskinan
    3
    Tak Sekadar Galeri, Rumah Kreasi Damar Kurung Jadi Motor Ekonomi Kreatif Gresik
    4
    Heboh Ular Piton Muncul di Kantor Pelayanan Publik Gresik, Ini Kronologinya
    5
    Match For Goodness, Komunitas Persebaya ABG dan Allegiant Bangkitkan UMKM
    • Facebook
    • Instagram
    • WhatsApp
    • TikTok
    © 2026 kabarkan.id. Designed by kabarkan.id.
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Iklan & Kerjasama

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.