Close Menu
Kabarkan.idKabarkan.id
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kabarkan.idKabarkan.id
    Facebook X (Twitter) Instagram
    29 Mei 2026 23:06
    • Kabar Jatim
    • Hukum & Peristiwa
    • Ekonomi & Kesehatan
    • Politik & Nasional
    • Olahraga
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    Kabarkan.idKabarkan.id

    Bupati Gresik: Pengadaan Barang dan Jasa Harus Bersih dari Korupsi

    RedaksiRedaksi27/05/2026 Kabar Jatim
    Facebook Twitter WhatsApp
    Pemerintah Kabupaten Gresik mulai memperketat pengawasan terhadap aktivitas pengadaan barang dan jasa. (Humas Pemkab Gresik)
    Share
    Facebook Twitter WhatsApp

    KABARKAN.ID I Gresik – Pemerintah Kabupaten Gresik mulai memperketat pengawasan terhadap aktivitas pengadaan barang dan jasa. Bahkan, berbagai transaksi penyedia jasa kini disebut dapat terpantau secara digital melalui sistem e-audit yang terintegrasi dengan e-katalog.

    Peringatan itu disampaikan langsung Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat menghadiri Sosialisasi Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi Sektor Pengadaan Barang dan Jasa di Hotel Saptanawa Gresik, Selasa (26/5/2026).

    Di hadapan asosiasi jasa konstruksi dan para penyedia jasa, Bupati Yani secara terbuka menyoroti praktik pengadaan yang dinilai tidak sehat dan berpotensi merusak sistem tata kelola pemerintahan.

    Ia menyinggung adanya pola pengadaan yang tidak wajar, termasuk penyedia jasa yang mengerjakan berbagai jenis proyek tanpa kompetensi yang jelas.

    “Kalau ada praktik-praktik yang merugikan pemerintahan, merugikan asosiasi, dan merugikan dunia usaha, hentikan. Jangan sampai sistem pengadaan ini rusak karena kepentingan sesaat,” tegas Yani.

    Baca Juga:  Gempa 5,7 Guncang Pacitan Jawa Timur, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

    Menurutnya, pengadaan barang dan jasa menjadi salah satu sektor paling rawan terhadap praktik korupsi maupun gratifikasi apabila tidak diawasi secara serius.

    Karena itu, Pemkab Gresik kini memperkuat pengawasan digital terhadap seluruh aktivitas pengadaan, termasuk transaksi melalui e-katalog.

    “Kami monitor semuanya. Pengadaan barang dan jasa harus dijalankan dengan niat yang benar dan sesuai aturan. Kalau ada indikasi yang tidak benar, tentu akan kami tindaklanjuti,” ujarnya.

    Tak hanya memberi peringatan kepada penyedia jasa, Yani juga menegaskan bahwa pemerintah daerah ingin membangun sistem pengadaan yang lebih transparan dan akuntabel.

    Ia meminta seluruh pihak, mulai pemerintah, asosiasi hingga pelaku usaha, ikut menjaga integritas proses pengadaan agar tidak terjadi praktik yang merugikan daerah.

    Dalam kesempatan itu, Yani juga menepis anggapan bahwa defisit anggaran daerah terjadi akibat buruknya tata kelola pemerintahan.

    Menurutnya, kondisi tersebut merupakan bagian dari strategi fiskal yang telah dirancang dan diperhitungkan sesuai kebutuhan pembangunan daerah.

    Baca Juga:  May Day 2026 di Gresik Berlangsung Kondusif, Pemkab dan Buruh Komitmen Bersama

    “Defisit bukan berarti pemerintah tidak aman. Semua sudah dirancang dan diperhitungkan sesuai kebutuhan daerah,” katanya.

    Sementara itu, Inspektur Kabupaten Gresik Achmad Hadi mengungkapkan bahwa pengawasan pengadaan kini dilakukan jauh lebih detail dibanding sebelumnya.

    Pengawasan dilakukan mulai tahap perencanaan, penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS), pelaksanaan pekerjaan, hingga proses serah terima pekerjaan.

    Menurutnya, sistem e-audit yang digunakan pemerintah daerah mampu mendeteksi berbagai anomali transaksi pengadaan secara otomatis.

    Beberapa indikator yang menjadi perhatian antara lain transaksi dalam waktu tidak wajar, proses pengadaan yang terlalu cepat, hingga penyedia jasa yang menangani berbagai pekerjaan di luar spesialisasinya.

    “Semua anomali itu termonitor dalam sistem. Memang belum tentu pelanggaran, tetapi perlu diklarifikasi agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” jelas Achmad Hadi.(Kum)

     

    Achmad Hadi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani Inspektur Kabupaten Gresik pengadaan barang dan jasa
    Share. Facebook Twitter WhatsApp

    Berita Terkait

    Gresik Pertahankan WTP 11 Kali Berturut-turut, Bukti Konsistensi Tata Kelola Keuangan

    29/05/2026

    Momentum Idul Adha 1447 H, Gressmall dan ASTON Gresik Perkuat Kepedulian Sosial

    28/05/2026

    Rokok Ilegal di Gresik Kian Masif, Bupati: Anggaran Kesehatan dan Beasiswa Terancam

    26/05/2026
    KABAR TERKINI
    • Cetak 13 gol di Persebaya, Gelandang Meksiko ini Teken Kontrak 3 Tahun
    • Gresik Pertahankan WTP 11 Kali Berturut-turut, Bukti Konsistensi Tata Kelola Keuangan
    • Dua Pengedar Sabu Jaringan Suramadu Ditangkap Polres Gresik, Barang Bukti 209 Gram
    • Momentum Idul Adha 1447 H, Gressmall dan ASTON Gresik Perkuat Kepedulian Sosial
    • Suara dari Dasar Sumur! Kucing Hilang 4 Hari di Gresik Akhirnya Diselamatkan Damkar
    TERPOPULER
    1
    Match For Goodness, Komunitas Persebaya ABG dan Allegiant Bangkitkan UMKM
    2
    Panggung Inklusif Penuh Inspirasi saat Anniversary El-Ghani di Gressmall Gresik
    3
    Rokok Ilegal di Gresik Kian Masif, Bupati: Anggaran Kesehatan dan Beasiswa Terancam
    4
    Gudang Ban Bekas di Mojokerto Dilalap Api, Mesin hingga Forklift Hangus
    5
    Razia Mendadak di Rutan Medaeng, Petugas Sita Handphone hingga Barang Terlarang
    • Facebook
    • Instagram
    • WhatsApp
    • TikTok
    © 2026 kabarkan.id. Designed by kabarkan.id.
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Iklan & Kerjasama

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.