Close Menu
Kabarkan.idKabarkan.id
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kabarkan.idKabarkan.id
    Facebook X (Twitter) Instagram
    30 Mei 2026 13:46
    • Kabar Jatim
    • Hukum & Peristiwa
    • Ekonomi & Kesehatan
    • Politik & Nasional
    • Olahraga
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    Kabarkan.idKabarkan.id

    Telan Rp 8,3 Miliar, Pembebasan Lahan Sekolah Rakyat di Mojokerto Rampung

    RedaksiRedaksi07/01/2026 Kabar Jatim
    Facebook Twitter WhatsApp
    Petygas Dinsos Kabupaten Mojokerto saat mengukur pembebasan lahan untuk Sekolah Rakyat
    Share
    Facebook Twitter WhatsApp

    KABARKAN.ID I Mojokerto – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto telah merampungkan pembebasan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR) permanen di Kabupaten Mojokerto. Lahan yang berlokasi di Desa Banyulegi, Kecamatan Dawarblandong tersebut dibebaskan dengan total anggaran sebesar Rp 8,3 miliar.

    Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto, Try Raharjo Murdianto, menjelaskan bahwa pihaknya telah membebaskan 18 bidang tanah milik 17 warga dengan luas total 40.786 meter persegi atau lebih dari 4 hektare. Seluruh proses pembebasan lahan tersebut dibiayai melalui Perubahan APBD (P-APBD) Tahun 2025.

    Namun demikian, terdapat satu bidang tanah seluas 4.089 meter persegi yang belum dapat dibayarkan pada tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan pemilik sertifikat hak milik telah meninggal dunia, sehingga pembayaran menunggu penetapan perwalian ahli waris dari pengadilan.

    Selain lahan milik warga, di lokasi yang sama juga terdapat aset Pemkab Mojokerto seluas 34.999 meter persegi atau sekitar 3,4 hektare. Dengan demikian, total lahan yang disiapkan untuk pembangunan SR mencapai 7,5 hektare.

    Baca Juga:  Presiden Prabowo Peduli, Melalui Yayasan GSN Bagikan 200 Becak Listrik di Gresik

    Sebelum proses pembebasan lahan dilakukan, Dinsos Kabupaten Mojokerto terlebih dahulu menggelar sosialisasi serta pertemuan intensif dengan para pemilik lahan. Hasilnya, seluruh pemilik lahan menyatakan kesediaannya untuk melepaskan tanah demi mendukung pembangunan fasilitas pendidikan tersebut.

    “Kami sampaikan bahwa ini merupakan proyek strategis nasional. Pemerintah tidak memaksa, dan setelah harga appraisal disosialisasikan, Alhamdulillah masyarakat setuju hingga dilanjutkan dengan penandatanganan pengikat jual beli di hadapan notaris,” ujar Try Raharjo, Selasa (6/1/2026).

    Ia menambahkan, harga tanah yang dibebaskan bervariasi tergantung luas dan posisi bidang tanah. Harga terendah tercatat sebesar Rp 183.750 per meter persegi, sedangkan harga tertinggi mencapai Rp 225.750 per meter persegi.

    Setelah pembebasan lahan selesai, tahapan berikutnya adalah proses administrasi berupa peralihan sertifikat di Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta pengurusan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Untuk proses tersebut, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 1 miliar.

    “Harapan kami, seluruh administrasi lahan bisa terealisasi pada tahun 2026 dan selesai pada semester pertama,” katanya.

    Try Raharjo menegaskan bahwa pembangunan fisik gedung Sekolah Rakyat menjadi kewenangan pemerintah pusat. Sekolah ini dirancang berkapasitas 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan konsep boarding school atau sekolah berasrama gratis.

    Baca Juga:  Tembus Banjir, Tim SPPG Tiwet Antar MBG ke Desa Jelakcatur Lamongan

    Fasilitas yang disiapkan meliputi asrama siswa, ruang kelas, ruang makan, ruang guru, laboratorium, serta sarana olahraga.

    Terkait penerimaan siswa, seleksi dilakukan berdasarkan data desil 1 dan 2 dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Calon siswa yang masuk kriteria akan disosialisasikan kepada orang tua, kemudian mengikuti tahapan tes dan verifikasi lapangan.

    Kabupaten Mojokerto sebelumnya menjadi salah satu dari 15 kabupaten/kota di Jawa Timur dan 63 daerah di Indonesia yang terpilih pada tahap pertama penyelenggaraan Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2025/2026.

    Pada tahap awal, sebanyak 50 siswa dari dua rombongan belajar diterima, terdiri dari 22 siswa laki-laki dan 28 siswa perempuan. Mereka merupakan hasil seleksi dari 150 anak pendaftar yang berasal dari keluarga prasejahtera sesuai data DTSEN.* (Had)

     

    Dinsos Kabupaten Mojokerto Kecamatan Dawarblandong pembebasan lahan Pemkab Mojokerto Sekolah Rakyat Try Raharjo Murdianto
    Share. Facebook Twitter WhatsApp

    Berita Terkait

    Gresik Pertahankan WTP 11 Kali Berturut-turut, Bukti Konsistensi Tata Kelola Keuangan

    29/05/2026

    Momentum Idul Adha 1447 H, Gressmall dan ASTON Gresik Perkuat Kepedulian Sosial

    28/05/2026

    Bupati Gresik: Pengadaan Barang dan Jasa Harus Bersih dari Korupsi

    27/05/2026
    KABAR TERKINI
    • Cetak 13 gol di Persebaya, Gelandang Meksiko ini Teken Kontrak 3 Tahun
    • Gresik Pertahankan WTP 11 Kali Berturut-turut, Bukti Konsistensi Tata Kelola Keuangan
    • Dua Pengedar Sabu Jaringan Suramadu Ditangkap Polres Gresik, Barang Bukti 209 Gram
    • Momentum Idul Adha 1447 H, Gressmall dan ASTON Gresik Perkuat Kepedulian Sosial
    • Suara dari Dasar Sumur! Kucing Hilang 4 Hari di Gresik Akhirnya Diselamatkan Damkar
    TERPOPULER
    1
    Match For Goodness, Komunitas Persebaya ABG dan Allegiant Bangkitkan UMKM
    2
    Razia Mendadak di Rutan Medaeng, Petugas Sita Handphone hingga Barang Terlarang
    3
    Rokok Ilegal di Gresik Kian Masif, Bupati: Anggaran Kesehatan dan Beasiswa Terancam
    4
    Dua Pengedar Sabu Jaringan Suramadu Ditangkap Polres Gresik, Barang Bukti 209 Gram
    5
    Panggung Inklusif Penuh Inspirasi saat Anniversary El-Ghani di Gressmall Gresik
    • Facebook
    • Instagram
    • WhatsApp
    • TikTok
    © 2026 kabarkan.id. Designed by kabarkan.id.
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Iklan & Kerjasama

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.