KABARKAN.ID I Surabaya – DPW PKB Jawa Timur menyalurkan sebanyak 1.055 hewan kurban kepada pesantren dan masyarakat di berbagai daerah selama momentum Idul Adha 1447 Hijriyah. Ribuan hewan kurban tersebut terdiri dari 571 ekor sapi dan 484 ekor kambing yang didistribusikan secara gotong royong oleh kader serta pengurus PKB di tingkat kabupaten/kota.
Sekretaris DPW PKB Jatim, Multazamudz Dzikri mengatakan, Idul Adha 2026 dimanfaatkan partainya untuk memperkuat hubungan sosial dengan masyarakat sekaligus mempererat ikatan historis dengan kalangan pesantren.
Menurutnya, seluruh kader PKB di Jawa Timur diminta menyalurkan hewan kurban langsung kepada pesantren dan warga yang membutuhkan.
“Idul Adha tahun ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kami meminta kader PKB di Jawa Timur untuk menyalurkan sapi atau kambing kurban ke pesantren-pesantren,” ujarnaya, Kamis (28/5/2026).
Multazamudz Dzikri menegaskan, pesantren memiliki posisi penting dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Tidak hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan, pesantren juga dinilai menjadi pusat lahirnya nilai kebangsaan, persatuan, hingga perjuangan rakyat sejak masa sebelum kemerdekaan.
“Mari kita jadikan momentum Idul Adha ini untuk kembali ke pesantren. Cikal bakal berdirinya negeri ini tidak lepas dari tangan dingin pesantren,” katanya.
Anggota DPRD Jawa Timur tersebut juga menyinggung eratnya hubungan antara Nahdlatul Ulama dan pesantren yang dinilai tidak dapat dipisahkan. Karena itu, menjaga pesantren disebut sama dengan merawat tradisi keislaman dan kebangsaan di tengah masyarakat.
“Dawuh para kiai, pesantren itu NU kecil, sedangkan NU adalah pesantren besar. Pesantren dan NU tidak bisa dipisahkan. Menguatkan pesantren sama halnya dengan membesarkan NU,” terang Dzikri.
Selain menyalurkan bantuan kurban, PKB Jatim juga mengajak kader untuk memaknai Idul Adha sebagai momentum memperbesar semangat pengabdian kepada masyarakat, bukan sekadar ibadah personal.
“Berkurban mengajarkan kita untuk melunturkan ego pribadi. Berjuang di partai politik juga harus diniatkan untuk masyarakat, bukan sekadar kepentingan diri sendiri,” jelasnya. (Had)


