KABARKAN.ID I Trenggalek – Kabar baik datang dari Dusun Gendingan, Desa Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Sebuah jembatan gantung baru bernama Jembatan Garuda kini resmi bisa digunakan masyarakat. Kehadirannya menjadi solusi penting bagi warga, khususnya anak-anak sekolah yang selama ini harus menyebrangi sungai untuk berangkat belajar.
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin atau yang akrab disapa Mas Ipin, menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Panglima TNI atas pembangunan jembatan tersebut.
Menurutnya, jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi menjadi akses vital bagi masyarakat setempat.
“Terima kasih Pak Prabowo dan Pak Panglima TNI yang telah membangun Jembatan Garuda di Trenggalek. Ini jalur yang sangat penting, terutama untuk anak-anak sekolah. Sekarang pejalan kaki dan sepeda motor sudah bisa lewat dengan aman,” ujar Mas Ipin, Rabu (11/3/2026).
Sebelum jembatan ini berdiri, puluhan anak sekolah di wilayah tersebut harus menyebrangi sungai setiap hari. Saat debit air meningkat, perjalanan menuju sekolah pun menjadi berisiko.
Tak hanya itu, warga yang mayoritas bekerja sebagai pengepakan ikan juga kerap harus memutar jauh melewati jalan makam umum, terutama saat pulang kerja pada malam hari.
Kini, kehadiran Jembatan Garuda membuat aktivitas warga jauh lebih mudah dan aman.
Mas Ipin menjelaskan, Jembatan Garuda merupakan bagian dari program pembangunan 200 jembatan gantung di seluruh Indonesia yang diinisiasi pemerintah pusat melalui Kementerian Pertahanan bersama TNI AD.
Program ini bertujuan mempercepat konektivitas wilayah-wilayah yang memiliki keterbatasan akses, terutama untuk mendukung pendidikan, pertanian, dan perekonomian masyarakat desa.
“Pembangunan jembatan ini juga melibatkan gotong royong antara TNI dan masyarakat,” jelasnya.
Dari total 200 jembatan yang diresmikan secara nasional, Kabupaten Trenggalek mendapat dua unit. Selain di Desa Prigi, satu jembatan lainnya dibangun di Desa Tegaren, Kecamatan Tugu.
Mas Ipin mengaku sempat berbincang langsung dengan anak-anak sekolah di sekitar lokasi. Ia merasa senang melihat antusiasme mereka setelah jembatan itu selesai dibangun.
“Tadi saya tanya anak-anak sekolah, mereka semua senang. Dulu harus menyeberang sungai, sekarang sudah lebih aman,” katanya.
Apresiasi juga datang dari Ketua RT 14 RW 03 Dusun Gendingan, Jamal. Ia mengungkapkan rasa syukur atas pembangunan jembatan yang sudah lama dinantikan warga.
“Secara pribadi dan mewakili masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mewujudkan jembatan ini,” ujarnya.
Menurut Jamal, kehadiran jembatan gantung tersebut sangat membantu aktivitas masyarakat sehari-hari, mulai dari anak-anak yang berangkat sekolah hingga warga yang bekerja melaut.
“Kalau dulu anak-anak harus menyebrangi sungai karena memutar terlalu jauh. Sekarang semuanya jadi lebih mudah,” tambahnya.
Peluncuran 200 Jembatan Garuda di seluruh Indonesia pada tahun 2026 dilakukan secara serentak dan terhubung melalui Zoom Meeting bersama Presiden RI, Prabowo Subianto.
Dalam peresmian di Trenggalek, turut hadir Bupati Mochamad Nur Arifin, Komandan Kodim 0806 Trenggalek Letkol Inf Isnanto Roy Saputro, jajaran Forkopimcam Watulimo, serta warga sekitar yang menyambut antusias jembatan baru tersebut.
Kini, Jembatan Garuda bukan hanya menjadi penghubung dua sisi wilayah, tetapi juga membuka jalan bagi harapan baru masyarakat desa.*(Had)













