Close Menu
Kabarkan.idKabarkan.id
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kabarkan.idKabarkan.id
    Facebook X (Twitter) Instagram
    31 Mei 2026 03:23
    • Kabar Jatim
    • Hukum & Peristiwa
    • Ekonomi & Kesehatan
    • Politik & Nasional
    • Olahraga
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    Kabarkan.idKabarkan.id

    Lima Tradisi dan Kuliner Gresik Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

    RedaksiRedaksi22/02/2026 Kabar Jatim
    Facebook Twitter WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter WhatsApp

    KABARKAN.ID I Malang – Lima tradisi dan kuliner khas Kabupaten Gresik, yakni Kupat Keteg, Rebowekasan, Malem Selawe, Pasar Bandeng, dan Pencak Macan, resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

    Penyerahan sertifikat WBTBI dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kepada Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, dalam acara Apresiasi Pelaku Budaya, Penyerahan Tambahan Honorarium Juru Pelihara, dan Sertifikat WBTBI yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Timur di Taman Krida Budaya, Minggu (22/2/2026).

    Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam proses penetapan tersebut. Menurutnya, pengakuan ini bukan sekadar kebanggaan daerah, melainkan amanah besar untuk menjaga keberlanjutan tradisi di tengah arus modernisasi.

    “Penetapan ini bukan hanya kebanggaan bagi kita, tetapi juga tanggung jawab besar. Dukungan seluruh elemen masyarakat sangat penting agar warisan ini tetap hidup dan berkembang,” ujarnya.

    Baca Juga:  Setahun RSUD Gresik Sehati: Kunjungan Naik 100 Persen, BOR Tembus 83%

    Ia menegaskan, keberagaman budaya dan kuliner yang dimiliki Gresik menjadi bukti kekayaan identitas lokal yang patut dijaga. Dunia pendidikan, lanjutnya, diharapkan berperan aktif mengenalkan sejarah, makna, serta filosofi tradisi kepada generasi muda.

    “Dengan pengakuan ini, tradisi dan kuliner Gresik diharapkan semakin dikenal luas dan tetap lestari sebagai bagian penting dari identitas Gresik, Jawa Timur, dan Indonesia,” terangnya.

    Momentum tersebut bukan sekadar seremoni administratif. Di hadapan kepala daerah, budayawan, seniman, dan tokoh masyarakat, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa status WBTBI merupakan amanah moral untuk memastikan tradisi tidak tergerus zaman.

    “Warisan budaya tak benda adalah roh peradaban kita. Ia membentuk karakter, memperkuat identitas, dan menjadi penuntun arah pembangunan,” tegasnya.

    Khofifah mendorong agar sektor kebudayaan ditempatkan sebagai pilar strategis pembangunan daerah. Selain menjaga nilai tradisi, sektor ini dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong pariwisata, menguatkan ekonomi kreatif, hingga memperluas diplomasi budaya di tingkat nasional maupun internasional.

    Baca Juga:  Hari Jadi ke-539, Pemkab Gresik Diskon PBB dan Pemutihan Denda Pajak

    “Ini pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku seni, dan generasi muda agar pelestarian budaya tidak berhenti sebagai simbol, tetapi berkembang melalui inovasi kreatif yang tetap berakar pada nilai tradisi,” ungkapnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah mengumumkan kenaikan signifikan tunjangan kehormatan bagi juru pelihara cagar budaya di Jawa Timur. Apresiasi yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun ini meningkat dua kali lipat. Seniman dan pelaku budaya yang sebelumnya menerima Rp500 ribu kini memperoleh Rp1 juta. Sementara tunjangan operasional juru pelihara cagar budaya naik dari Rp550 ribu menjadi Rp1,5 juta.

    Kenaikan tersebut diharapkan menjadi bentuk penghargaan nyata atas dedikasi para penjaga warisan budaya yang selama ini bekerja menjaga identitas dan sejarah daerah.*(Kum)

    Asluchul Alif Gubernur Jawa Timur kekayaan identitas lokal Khofifah Indar Parawansa Malem Selawe Pasar Bandeng Rebowekasan sertifikat WBTBI tradisi dan kuliner khas Kabupaten Gresik Wakil Bupati Gresik Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
    Share. Facebook Twitter WhatsApp

    Berita Terkait

    Gresik Pertahankan WTP 11 Kali Berturut-turut, Bukti Konsistensi Tata Kelola Keuangan

    29/05/2026

    Momentum Idul Adha 1447 H, Gressmall dan ASTON Gresik Perkuat Kepedulian Sosial

    28/05/2026

    Bupati Gresik: Pengadaan Barang dan Jasa Harus Bersih dari Korupsi

    27/05/2026
    KABAR TERKINI
    • Cetak 13 gol di Persebaya, Gelandang Meksiko ini Teken Kontrak 3 Tahun
    • Gresik Pertahankan WTP 11 Kali Berturut-turut, Bukti Konsistensi Tata Kelola Keuangan
    • Dua Pengedar Sabu Jaringan Suramadu Ditangkap Polres Gresik, Barang Bukti 209 Gram
    • Momentum Idul Adha 1447 H, Gressmall dan ASTON Gresik Perkuat Kepedulian Sosial
    • Suara dari Dasar Sumur! Kucing Hilang 4 Hari di Gresik Akhirnya Diselamatkan Damkar
    TERPOPULER
    1
    Match For Goodness, Komunitas Persebaya ABG dan Allegiant Bangkitkan UMKM
    2
    Razia Mendadak di Rutan Medaeng, Petugas Sita Handphone hingga Barang Terlarang
    3
    Rokok Ilegal di Gresik Kian Masif, Bupati: Anggaran Kesehatan dan Beasiswa Terancam
    4
    Dua Pengedar Sabu Jaringan Suramadu Ditangkap Polres Gresik, Barang Bukti 209 Gram
    5
    Panggung Inklusif Penuh Inspirasi saat Anniversary El-Ghani di Gressmall Gresik
    • Facebook
    • Instagram
    • WhatsApp
    • TikTok
    © 2026 kabarkan.id. Designed by kabarkan.id.
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Iklan & Kerjasama

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.