KABARKAN.ID I Gresik – Tumpukan serbuk kayu milik PT Multi Pratama Wijaya di Jalan Kepatihan Industri Nomor 88, Desa Gempolkurung, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, terbakar pada Jumat (5/6/2026) siang. Kobaran api diduga dipicu kondisi cuaca panas dan area yang kering sehingga menyebabkan api cepat membesar dan menjalar ke tumpukan material mudah terbakar tersebut.

Peristiwa kebakaran dilaporkan sekitar pukul 12.31 WIB. Petugas Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Menganti yang menerima laporan langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 12.35 WIB dan tiba sekitar pukul 12.51 WIB.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, titik api pertama kali diketahui muncul dari tumpukan serbuk kayu yang berada di area terbuka. Dalam waktu singkat, api merambat ke tumpukan serbuk kayu lainnya hingga menimbulkan kebakaran yang cukup besar.

HRD PT Multi Pratama Wijaya, Ardian, yang mengetahui kejadian tersebut segera menghubungi petugas Damkar Menganti. Tak lama berselang, laporan serupa juga diterima melalui layanan darurat 112 dari seorang warga bernama Putri.

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api meluas ke area lain di sekitar lokasi industri. Proses penanganan berlangsung selama beberapa jam mengingat karakteristik material serbuk kayu yang mudah menyimpan bara api di bagian dalam tumpukan.

Perwira Piket Damkar pos Menganti, M. Nurul Haqqi mengatakan petugas tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga pembasahan menyeluruh guna memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

“Saat tiba di lokasi, petugas segera melakukan pemadaman pada tumpukan serbuk kayu yang terbakar. Setelah api berhasil dikendalikan, kami melanjutkan proses pembasahan dan pemeriksaan menyeluruh dengan bantuan alat berat untuk meratakan material. Langkah ini dilakukan agar tidak ada bara api yang masih tersisa dan berpotensi menyebabkan kebakaran kembali,” ujarnya.

Dalam proses penanganan, petugas memanfaatkan bantuan alat berat jenis wheel loader untuk membongkar dan meratakan tumpukan serbuk kayu sehingga seluruh bagian dapat dijangkau saat proses pembasahan.

Setelah dipastikan tidak ditemukan lagi titik api maupun bara yang masih aktif, kondisi lokasi dinyatakan aman dan kondusif. Operasi pemadaman dan pendinginan berakhir sekitar pukul 15.29 WIB.

“Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Sementara itu, nilai kerugian akibat kebakaran masih dalam proses pendataan dan penyelidikan lebih lanjut,” kata Nurul Haqqi.

Penanganan kebakaran melibatkan enam personel dari Pos Damkar Menganti dengan dukungan satu unit mobil pemadam dan satu unit kendaraan water supply.

Petugas mengimbau pengelola kawasan industri dan gudang penyimpanan material mudah terbakar untuk meningkatkan pengawasan, terutama saat cuaca panas ekstrem, guna mencegah potensi kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian lebih besar.(Kum)

Share.
Exit mobile version