KABARKAN.ID I Bogor – Tiket final four akhirnya resmi menjadi milik Jakarta Popsivo Polwan. Tampil perkasa di GOR Candradimuka Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Jumat (27/2/2026), tim milik Kepolisian RI itu membungkam Medan Falcons tiga set langsung: 25-10, 25-19, 25-15.
Sejak peluit awal dibunyikan, Popsivo langsung menekan. Servis tajam dan blok rapat membuat Falcons kesulitan mengembangkan permainan. Set pertama menjadi panggung dominasi penuh. Meski Falcons mencoba bangkit di set kedua, pengalaman dan ketenangan Popsivo kembali berbicara. Set ketiga pun ditutup meyakinkan—tanpa memberi ruang bagi lawan untuk bernapas.
Pelatih Popsivo, Darko Dobreskov, mengakui perjalanan timnya musim ini tidak selalu mulus. Namun ia menegaskan kebangkitan di putaran kedua menjadi kunci keberhasilan.
“Kami berupaya bangkit di putaran kedua. Di putaran pertama kami mengalami kesulitan, tapi kami membenahi tim untuk menatap final four,” ujar pelatih asal Serbia tersebut.
Laga Perpisahan Penuh Emosi untuk Bethania de la Cruz
Pertandingan ini bukan sekadar kemenangan. Ini juga menjadi momen perpisahan bagi Bethania de la Cruz. Pemain asal Republik Dominika itu resmi gantung sepatu usai laga kontra Medan Falcons.
Selama dua musim berseragam Popsivo, Bethania menjadi sosok sentral di lini serang. Hingga pertengahan musim, ia telah mengoleksi 205 poin, membuktikan kualitasnya sebagai pemain kelas dunia.
Darko tak ragu memberikan penghormatan khusus kepada sang pemain.
“Bethania adalah pemain luar biasa. Penampilannya malam ini menunjukkan dedikasinya untuk dunia voli,” katanya.
Pemain senior Popsivo, Rita Kurniati, juga menyampaikan apresiasi mendalam. Menurutnya, pengalaman Bethania—termasuk tampil di Olimpiade—menjadi bekal berharga bagi para pemain muda di tim.
Di sisi lain, Bethania sendiri mengaku emosional menjalani laga terakhirnya.
“Rasanya campur aduk. Saya bermain tiga musim di Indonesia dan merasa terkesan dengan orang-orang di sini. Dukungan penggemar membuat saya betah sejak pertama kali datang,” ujarnya.
Meski belum sempat mempersembahkan gelar juara, Indonesia tetap memiliki tempat spesial di hatinya.
Dengan kemenangan ini, Popsivo menyusul langkah Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia dan Jakarta Pertamina Enduro ke babak final four. Hingga pekan ini, Popsivo mengoleksi tujuh kemenangan dari 12 pertandingan, cukup untuk mengamankan posisi mereka di fase krusial.
Sementara itu, dari kubu lawan, pelatih Marcos Sugiyama tetap melihat sisi positif. Meski belum mencatat kemenangan musim ini, ia menilai perkembangan timnya signifikan.
“Progres permainan kami dari hari ke hari cukup berkembang. Saya berharap para pemain muda bisa terus tumbuh setelah mendapatkan pengalaman di Proliga 2026,” ujarnya optimistis.
Kemenangan ini bukan hanya tentang satu laga, melainkan tentang momentum. Popsivo Polwan datang ke final four dengan kepercayaan diri tinggi—dan mungkin, dengan semangat tambahan untuk mempersembahkan akhir manis bagi perjalanan panjang musim ini.*(Dan)
Jadwal Sabtu (28/2/2026):
Jam 20.30 WIB: Jakarta Garuda Jaya vs Medan Falcons Tirta Bhagasasi (putra)













