KABARKAN.ID I Gresik – Upaya menggerakkan roda perekonomian Desa terus dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Pongangan, Kecamatan Manyar, Gresik. Salah satunya melalui kehadiran Pasar Kliwon, pasar rakyat yang hanya digelar setiap penanggalan Jawa Kliwon.
Berbeda dengan pasar pada umumnya, Pasar Kliwon memanfaatkan kearifan lokal sebagai identitas utama. Warga hanya bisa berbelanja di pasar ini setiap lima hari sekali sesuai kalender Jawa, sebuah konsep yang justru menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar.
Keberadaan pasar tersebut dinilai memudahkan warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus bepergian jauh ke pusat kota. Sejak dibuka perdana, Pasar Kliwon langsung disambut antusias, bahkan pengunjung sudah mulai berdatangan sejak pagi hari.
Meski tanpa bangunan permanen, penataan lapak dilakukan secara teratur. Pemerintah desa juga menetapkan area parkir khusus dan menyediakan fasilitas pendukung seperti tempat sampah untuk menjaga kenyamanan serta kebersihan lingkungan.
Kepala Desa Pongangan, Aang Chunaifi, mengatakan bahwa pasar ini dirancang sebagai ruang ekonomi bersama bagi warga desa. Seluruh lapak disediakan secara gratis, begitu pula dengan fasilitas parkir, sehingga pelaku usaha kecil dapat berjualan tanpa terbebani biaya tambahan.
“Sejak hari pertama, respons masyarakat sangat luar biasa. Setelah Subuh sudah ramai. Kami hanya menyiapkan tempat dan memastikan semuanya tertata,” ujarnya, Sabtu (17/1/2026).
Pemilihan hari Kliwon juga dilakukan sebagai upaya membangun identitas pasar. Aang menjelaskan, di beberapa wilayah Gresik sudah ada pasar dadakan dengan penamaan hari Jawa lainnya, sehingga Desa Pongangan memilih Kliwon sebagai ciri khas tersendiri.
Pada pembukaan awal, sebanyak 18 pelaku UMKM turut meramaikan pasar dengan beragam dagangan, mulai dari hasil pertanian, makanan tradisional, kebutuhan rumah tangga, hingga ternak. Ke depan, Pasar Kliwon berpotensi berkembang karena area yang tersedia mampu menampung hingga ratusan pedagang.
Melalui Pasar Kliwon, pemerintah desa berharap aktivitas ekonomi dapat berputar di dalam desa, sekaligus menarik pengunjung dari luar wilayah. Dengan begitu, kesejahteraan warga diharapkan meningkat secara bertahap melalui kekuatan ekonomi lokal.*(Kum)













