KABARKAN.ID I Gresik – Gegara rasa sakit yang terus menghantui selama berbulan-bulan akhirnya mendorong Toasimas Nababan mendatangi Pos Damkar Kota Gresik untuk meminta pertolongan. Sebuah cincin yang melingkar di jarinya tak kunjung bisa dilepas dan mulai menimbulkan nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Peristiwa itu terjadi di Pos Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Gresik yang berada di Jalan Wahidin Sudiro Husodo Nomor 102 B, Kecamatan Kebomas, Rabu (10/6/2026) sore.
Dengan kondisi jari yang terasa sakit akibat cincin di jari yang telah menempel selama berbulan-bulan, Toasimas datang langsung ke pos damkar sekitar pukul 15.32 WIB. Ia berharap petugas bisa membantunya keluar dari situasi yang tak mampu ia atasi sendiri.
Menurut keterangan yang diterima petugas, berbagai upaya telah dilakukan untuk melepaskan cincin tersebut. Namun, gegara cincin yang semakin menekan jari justru berpotensi menimbulkan risiko yang lebih serius apabila dibiarkan terlalu lama.
Melihat kondisi tersebut, petugas Damkar Pos Kota bergerak cepat. Dengan penuh kehati-hatian, mereka menyiapkan peralatan pemotong dan mulai melakukan proses pelepasan cincin yang menjepit jari korban.
Suara gesekan gerinda terdengar memecah suasana pos. Sedikit demi sedikit, logam yang selama berbulan-bulan mengikat jari korban mulai terkikis. Petugas bekerja dengan konsentrasi tinggi, memastikan setiap langkah dilakukan secara presisi agar tidak melukai korban.
Ketegangan sempat menyelimuti proses penyelamatan. Jarak yang sangat dekat antara mata gerinda dan kulit jari membuat petugas harus bekerja ekstra hati-hati. Kesalahan sekecil apa pun berpotensi menyebabkan cedera.
Namun berkat kesabaran dan pengalaman personel Damkar, cincin akhirnya berhasil dipotong. Sesaat kemudian, cincin yang selama berbulan-bulan menempel dan menimbulkan rasa sakit itu berhasil dilepaskan dari jari Toasimas.
Raut lega langsung terlihat dari wajah korban. Momen yang sederhana namun penuh makna itu menjadi akhir dari rasa tidak nyaman yang telah lama ia rasakan.
Perwira Piket Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Gresik, Faisal Irhansyah mengatakan petugas tidak hanya bertugas menangani kebakaran, tetapi juga berbagai operasi penyelamatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Setiap laporan yang masuk kami respons secepat mungkin. Meskipun terlihat sederhana, cincin yang tidak bisa dilepas dapat menimbulkan risiko serius apabila menyebabkan pembengkakan atau menghambat aliran darah. Karena itu kami mengimbau masyarakat segera meminta bantuan apabila mengalami kondisi serupa,” ujar Faisal.
Operasi penyelamatan berakhir sekitar pukul 15.50 WIB. Tidak ada korban luka maupun kerugian material dalam kejadian tersebut.
Aksi cepat personel Damkar Pos Kota Gresik sekali lagi menunjukkan bahwa tugas penyelamatan tidak selalu tentang kobaran api. Terkadang, pertolongan terbesar hadir dalam situasi yang tampak sederhana, namun sangat berarti bagi warga yang membutuhkannya. (Kum)


