KABARKAN.ID I Gresik – Momentum Safari Ramadhan dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Gresik untuk menyampaikan pesan percepatan infrastruktur jalan menjadi super prioritas mulai 2026. Anggaran fantastis Rp2,8 triliun telah disiapkan untuk memastikan jalan desa hingga jalan kabupaten benar-benar mantap dalam tiga tahun ke depan.
Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menegaskan komitmen tersebut saat menghadiri Safari Ramadhan bersama Forkopimda di Masjid Roudlotul Jannah, Desa Dahanrejo, Kecamatan Kebomas, Senin (23/2/2026). Kegiatan itu turut dihadiri jajaran OPD, MUI, tokoh masyarakat, kepala desa, hingga lurah se-Kecamatan Kebomas.
Menurut Alif, percepatan pembangunan Jalan Poros Desa (JPD) dan jalan kabupaten tidak lagi dilakukan secara bertahap atau tambal sulam. Pemerintah daerah ingin memastikan perbaikan dilakukan secara menyeluruh agar manfaatnya dirasakan dalam jangka panjang.
“Kalau diperbaiki, harus tuntas. Jangan setengah-setengah. Kita ingin jalan benar-benar mantap dan mendukung aktivitas masyarakat,” tegasnya.
Alif menyebut, tiga tahun ke depan akan menjadi fase krusial pembenahan infrastruktur, termasuk sektor pendidikan dan perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH).
Namun, sektor jalan tetap menjadi tulang punggung karena berdampak langsung pada konektivitas dan pergerakan ekonomi warga.
Bersama Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, Pemkab menargetkan kondisi jalan jadi mantap bisa tercapai pada 2028. Untuk tahun 2026, fokus diarahkan pada ruas-ruas prioritas yang memiliki dampak besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, terutama jalan poros desa.
“Sinergi lintas perangkat daerah, khususnya peran camat yang memahami kondisi riil di lapangan. Dengan pendekatan berbasis kebutuhan wilayah, intervensi pembangunan diharapkan lebih tepat sasaran,” ucap Alif.
Safari Ramadhan kali ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga ruang sosialisasi program pembangunan agar selaras dengan kebutuhan masyarakat. Acara ditutup dengan ceramah agama bertema Penguatan Aqidah dan Ukhuwah oleh KH. M. Muchsin Munhamir (Gus Hamir), serta doa bersama yang dipimpin Ketua MUI Kabupaten Gresik.
Dengan komitmen anggaran besar dan target ambisius, 2026 menjadi titik awal transformasi infrastruktur Gresik menuju konektivitas yang lebih kuat dan merata.*(Kum)













