KABARKAN.ID I Gresik – Program Bunda Puspa (Bantuan untuk Pemberdayaan Perempuan Usaha dan Pendidikan Anak) terus menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Gresik dalam memperkuat peran perempuan di tingkat keluarga dan desa.

Memasuki tahun 2026, program tersebut diperluas secara signifikan dengan menjangkau 80 desa di delapan kecamatan.

Perluasan jangkauan ini menjadi langkah strategis Pemkab Gresik untuk menghadirkan manfaat program kepada lebih banyak perempuan, sekaligus memperkuat ketahanan keluarga melalui peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, mengatakan Bunda Puspa tidak sekadar program bantuan, melainkan instrumen pembangunan yang berfokus pada pemberdayaan perempuan sebagai penggerak utama kesejahteraan keluarga.

Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam membangun keluarga yang kuat dan mandiri. Karena itu, penguatan kapasitas perempuan melalui Program Bunda Puspa diyakini akan memberikan dampak luas terhadap pembangunan daerah.

“Program Bunda Puspa merupakan salah satu instrumen penting dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat. Perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan keluarga maupun pembangunan daerah,” ujarnya saat membuka pembekalan Tim Pelaksana Kegiatan Bunda Puspa di Kantor Bupati Gresik, Selasa (2/6/2026).

Washil menegaskan, keberhasilan program pemberdayaan perempuan akan berbanding lurus dengan kemajuan desa dan kelurahan. Oleh sebab itu, seluruh tim pelaksana diminta memaksimalkan pendampingan kepada para peserta program.

“Jika ibu-ibunya kuat, maka desa dan kelurahan juga akan menjadi kuat,” katanya.

Dari 24 Desa Menjadi 80 Desa
Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Kabupaten Gresik, Titik Ernawati, menjelaskan bahwa Bunda Puspa telah berjalan sejak tahun 2022.
Selama empat tahun pelaksanaan, program tersebut baru menjangkau 24 desa.

Pada tahun ini, cakupan program diperluas secara besar-besaran menjadi 80 desa yang tersebar di delapan kecamatan.

“Perluasan ini dilakukan agar semakin banyak perempuan dan keluarga yang dapat memperoleh manfaat dari Program Bunda Puspa,” ujar Titik.

Ia menjelaskan, program tersebut memiliki dua fokus utama, yakni peningkatan kapasitas perempuan melalui pembelajaran umum serta penguatan ekonomi keluarga melalui pelatihan dan pendampingan usaha.

Materi yang diberikan meliputi konsep gender, perlindungan anak, ketahanan keluarga, peran perempuan dalam pembangunan desa hingga kewirausahaan. Sementara pada sektor ekonomi, peserta memperoleh pelatihan pengembangan usaha sesuai potensi yang dimiliki.

Selain itu, peserta juga mendapatkan pendampingan pemasaran produk, penguatan usaha mikro, hingga fasilitasi akses permodalan dan koperasi.

Perempuan Didorong Menjadi Pelaku Utama Pembangunan
Pemkab Gresik menargetkan Program Bunda Puspa mampu melahirkan perempuan-perempuan yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat pembangunan, perempuan juga didorong menjadi pelaku utama yang mampu menggerakkan ekonomi keluarga dan lingkungan sekitarnya.

“Kami ingin perempuan menjadi motor penggerak pembangunan desa sekaligus penguat ekonomi keluarga,” tegas Titik.

Untuk meningkatkan kualitas pendampingan, Pemkab Gresik menggandeng Universitas Ciputra Surabaya sebagai mitra pelaksana. Ke depan, kolaborasi tersebut direncanakan diperluas dengan melibatkan sejumlah perguruan tinggi di Kabupaten Gresik.

Melalui perluasan Program Bunda Puspa, Pemkab Gresik berharap semakin banyak perempuan yang memiliki kemampuan ekonomi, pengetahuan, dan keterampilan yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat pembangunan desa secara berkelanjutan. (Kum)

Share.
Exit mobile version