KABARKAN.ID I Surabaya – Suasana belajar pagi di SMP Negeri 60 Surabaya berubah menjadi kepanikan dalam hitungan detik. Saat pelajaran baru dimulai, plafon salah satu ruang kelas di lantai tiga tiba-tiba jebol, membuat siswa berteriak histeris dan berhamburan menyelamatkan diri, Rabu, (28/1/2026) pagi kemarin.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 07.30 WIB itu membuat tiga siswa mengalami syok dan sesak napas setelah tertimpa material plafon. Meski tidak mengalami luka serius, ketiganya langsung mendapat penanganan di Unit Kesehatan Sekolah (UKS) sebelum akhirnya dipulangkan karena trauma.

Peristiwa mendadak tersebut memaksa pihak sekolah mengosongkan sejumlah ruang kelas demi keselamatan. Puluhan siswa akhirnya harus melanjutkan kegiatan belajar mengajar di tempat darurat, mulai dari musala, ruang Bimbingan Konseling (BK), hingga halaman sekolah.

Ketua Tim Operasional Kedaruratan BPBD Kota Surabaya, Arief Sunandar, menyebut cuaca ekstrem disertai angin kencang yang melanda Surabaya sejak pagi diduga menjadi pemicu runtuhnya plafon.

“Saat itu, Rabu (28/1/2026) kemarin, laporan masuk melalui Call Center 112. Tim langsung bergerak untuk pembersihan, evakuasi, dan pengamanan area karena masih berisiko,” ujar Arief, Kamis (29/1/2026).

Petugas gabungan memasang garis pembatas di lokasi kejadian serta mengosongkan kelas-kelas di sekitar titik runtuh.

Sementara BPBD juga mendirikan tenda darurat di lapangan sekolah sebagai ruang belajar sementara agar aktivitas pendidikan tetap berjalan.

Pihak BPBD memastikan akan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi plafon ruang kelas di lantai tiga SMPN 60 Surabaya untuk mencegah kejadian serupa terulang, terutama di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.*(Had)

 

Share.
Exit mobile version