KABARKAN.ID I Surabaya – Hanya hitungan jam, Surabaya tak hanya diguyur hujan pada Selasa sore, 3 Februari 2026. Sejak pukul 17.00 WIB, angin kencang menyertai derasnya hujan dan dalam waktu singkat mengubah sejumlah ruas kota menjadi lokasi darurat. Pohon-pohon peneduh yang selama ini berdiri kokoh, satu per satu tak kuasa menahan terpaan cuaca ekstrem.
Tak hanya itu, ada sebuah reklame berukuran besar di Jalan Tidar juga ambruk atau tumbang akibat tak kuat terkena terjangan angin disertai hujan yang deras sejak sore.
Hingga pukul 18.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya mencatat 29 titik kejadian pohon tumbang. Di salah satu lokasi, dua pohon roboh bersamaan, sehingga total pohon terdampak mencapai 30 batang. Kawasan Gubeng, Wonokromo, Sawahan, Bubutan, Genteng, hingga Simokerto menjadi wilayah paling terdampak.
“Total ada 29 titik kejadian. Namun di satu lokasi terdapat dua pohon yang tumbang bersamaan,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya, Linda Novanti.
Mayoritas pohon yang tumbang merupakan pohon peneduh berusia cukup lama, seperti tabebuya, mangga, mahoni, flamboyan, hingga beringin. Tingginya bervariasi, mulai dari 3 hingga 12 meter, dengan diameter batang mencapai 70 sentimeter. Ukuran tersebut membuat proses evakuasi tidak selalu bisa dilakukan dengan cepat.
Begitu laporan masuk, BPBD bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya serta posko terpadu wilayah timur, barat, dan Jemursari langsung bergerak ke lapangan. Fokus utama penanganan diarahkan pada pohon-pohon yang menutup badan jalan dan berpotensi membahayakan pengendara.
“Sebagian besar sudah berhasil ditangani. Namun ada beberapa titik yang masih dalam proses karena ukuran pohon cukup besar dan membutuhkan peralatan tambahan,” jelas Linda.
Akibat kejadian ini, arus lalu lintas sempat tersendat di sejumlah ruas jalan penting, seperti Jalan Ngagel Jaya, Kembang Kuning, Raya Gubeng, Tunjungan, hingga kawasan Kalibutuh dan Dupak Raya. Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada laporan korban luka maupun meninggal dunia.
Di tengah kondisi tersebut, BPBD mengingatkan warga agar tetap waspada. Potensi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diimbau tidak berteduh di bawah pohon besar saat hujan disertai angin kencang serta segera melapor jika menemukan pohon yang rawan tumbang.
“Jika ada kejadian darurat atau pohon yang membahayakan, segera laporkan ke BPBD agar bisa langsung kami tangani,” jelas Linda.*(Nov)
