KABARKAN.ID I Gresik – Pemandangan tak biasa terlihat di saluran irigasi Desa Tebalo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Sabtu (23/5/2026). Ketua DPRD Gresik bersama puluhan aktivis mahasiswa dari PMII Atas Langit Daruttaqwa turun langsung ke aliran irigasi untuk membersihkan tumpukan eceng gondok dan sedimen lumpur yang menyumbat aliran air.
Dengan mengenakan almamater biru-kuning khas PMII, para kader tampak berjibaku mengangkat eceng gondok, memangkas semak belukar, hingga mengeruk lumpur di sepanjang saluran irigasi.
Aksi tersebut menjadi bagian dari gerakan peduli lingkungan yang diinisiasi Pengurus Komisariat (PK) PMII Atas Langit Daruttaqwa Gresik.
Kegiatan itu turut dihadiri Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir, perwakilan Dinas PUTR dan DLH Kabupaten Gresik, Camat Manyar Hendriawan Susilo, perangkat Desa Tebalo, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, organisasi Gresik Putra Madura Bersatu, serta peserta Pelatihan Kader Dasar (PKD) ke-5 PMII Atas Langit Daruttaqwa.
Ketua PK PMII Atas Langit Daruttaqwa Gresik M. Hadi Khoirur Roziqin mengatakan, aksi bersih-bersih tersebut bukan sekadar kerja bakti biasa, melainkan bentuk nyata kepedulian kader PMII terhadap persoalan lingkungan di masyarakat.
Menurutnya, kader PMII tidak hanya dituntut aktif dalam diskusi dan wacana intelektual, tetapi juga harus hadir memberikan solusi konkret terhadap persoalan ekologis di lapangan.
“Memegang teguh salah satu nilai dasar pergerakan yakni menjaga hubungan harmonis dengan alam atau hablum minal ‘alam, kami mengajak kader dan peserta PKD turun langsung membantu masyarakat membersihkan saluran irigasi pertanian di Desa Tebalo,” ujar Hadi.
Ia menjelaskan, keberadaan eceng gondok dan sedimentasi lumpur selama ini menyebabkan aliran air tidak lancar dan berpotensi memicu banjir saat musim hujan.
Selain memperlancar distribusi air, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
“Harapan kami, aksi ini bisa menumbuhkan kesadaran bersama agar masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sehingga terhindar dari bencana alam,” katanya.
Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir mengapresiasi langkah kader PMII yang dinilainya mampu menghadirkan kritik sosial dalam bentuk aksi nyata.
Menurut Syahrul, gerakan seperti itu penting untuk terus dijaga di tengah meningkatnya persoalan lingkungan di wilayah perkotaan dan kawasan industri seperti Kabupaten Gresik.
“Aksi bersih-bersih ini merupakan kritik yang membangun bagi pemerintah. Saya berharap gerakan peduli lingkungan seperti ini tidak berhenti di sini dan terus berlanjut,” ujarnya.
Politisi muda tersebut menegaskan bahwa persoalan kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau petugas kebersihan semata, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat.
“Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama, karena kita semua adalah produsen dan konsumen lingkungan,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Manyar Hendriawan Susilo menilai kegiatan yang digagas PMII Atas Langit Daruttaqwa menjadi contoh gerakan sosial yang tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga menawarkan solusi nyata.
“Ini gerakan positif yang mendorong kepedulian terhadap lingkungan. Tidak hanya mengkritik, tetapi juga memberikan solusi konkret terhadap persoalan irigasi di Kecamatan Manyar,” jelas Hendriawan.
Ketua Umum PC PMII Gresik M. Dafa Abie Almadhani berharap gerakan peduli lingkungan tersebut dapat menjadi budaya bersama di tengah meningkatnya persoalan ekologis di daerah industri.
“Kami berharap gerakan peduli lingkungan ini menjadi budaya bersama agar ekosistem dan kebersihan saluran irigasi tetap terjaga untukgenerasi mendatang,” ujarnya. (Kum)


