KABARKAN.ID I Gresik – Ancaman penyalahgunaan narkoba tidak hanya menjadi persoalan penegakan hukum, tetapi juga tantangan ketahanan keluarga. Karena itu, Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) cabang Gresik bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Jawa Timur mendorong penguatan peran ibu dan keluarga sebagai langkah utama mencegah lahirnya generasi yang rentan terhadap narkotika.
Ketua IIDI Cabang Gresik, dr. Titin Ekowati, mengatakan perempuan memiliki posisi strategis dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan rumah tangga. Menurutnya, ibu bukan hanya berperan dalam urusan domestik, tetapi juga menjadi figur penting dalam pembentukan karakter anak.
“Ibu merupakan madrasah pertama bagi anak. Dari keluarga yang harmonis akan lahir generasi yang memiliki ketahanan terhadap pengaruh negatif, termasuk narkoba,” ujarnya.
Dr. Titin menilai komunikasi yang sehat di dalam keluarga menjadi faktor penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak. Selain itu, dukungan emosional dari seorang istri juga dinilai berpengaruh terhadap ketahanan keluarga secara menyeluruh.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan ayah dalam pola pengasuhan. Menurut dia, kesibukan pekerjaan tidak boleh membuat anak kehilangan figur ayah dalam keluarga.
“Ayah tetap harus hadir sebagai role model bagi anak-anaknya. Kehadiran orang tua yang utuh sangat penting dalam membangun ketahanan keluarga,” kata dokter alumni Unair ini.
Sementara itu, Ketua Tim Bidang Rehabilitasi BNN Jawa Timur, Singgih Pratomo, menyebut keluarga harmonis menjadi fondasi utama dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, tekanan pekerjaan dan minimnya komunikasi dalam rumah tangga dapat memicu kerentanan keluarga, yang pada akhirnya berdampak pada kondisi psikologis anak.
“Ketahanan keluarga harus diperkuat sejak dari rumah. Peran ibu menjadi sangat penting dalam menjaga komunikasi dan keharmonisan keluarga,” ujarnya.
BNN Jawa Timur, lanjut Singgih, telah menyiapkan berbagai modul penguatan ketahanan keluarga yang dapat diterapkan di masyarakat sebagai langkah preventif terhadap penyalahgunaan narkoba.
Ia berharap kolaborasi dengan organisasi perempuan dan komunitas profesi terus diperluas untuk memperkuat perlindungan generasi muda dari ancaman narkotika sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Bersinar atau Bersih Narkoba. (Kum)


